Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Gedung Gereja GPIB Jemaat GALILEA Palabuhanratu
Pendeta dan Jemaat
Gabon Manis
Gabon Pedas
 

Jam Ibadah Minggu Jemaat pada pukul 10:00 WIB



     Gereja merupakan kesatuan yang sesungguhnya sejak semula sudah ada dalam diri Yesus Kristus dan bukan kesatuan yang dibentuk atau terjadi oleh kehendak banyak orang. Ini terjadi hanya ada satu Gereja yang Kudus dan Am.


     Gereja membantu kita menjadi orang Kristen yang sejati. Karena menjadi anggota gereja, kita dapat berjumpa dengan kawan seiman, dan dapat mewujudkan kasih diantara satu dengan yang lain, sehingga semua orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan (Yohanes 13:35). Gereja juga menolong kita dari sikap hidup mementingkan diri sendiri. Gereja ibarat sekolah dimana kita belajar hidup bersama sebagai anggota keluarga Allah dari tiap suku, status dan latar belakang dan perbedaan-perbedaan yang kita miliki.


     Kita lalu saling memperhatikan dan ikut merasakan apa yang dirasakan sesama kawan seiman (1Korintus 12:26). Oleh karena itu Gereja itu bukan gedung, dan bukan suatu bangunan yang didirikan manusia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Kristus. Jadi Gereja adalah persekutuan manusia percaya kepada Tuhan Yesus, di mana Yesus Kristus adalah dasar dan Kepala Gereja itu.

 

 

Bertekun dalam Pengajaran dan Persekutuan
(Kisah Para Rasul 2: 41-47)

 
 

“ Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”
(Kisah 2:42)

 

     Semua orang tanpa terkecuali pasti mendambakan hidup yang sehat. Oleh karena itu segala cara diupayakan. Namun rupanya untuk memiliki dan mempertahankan tubuh yang sehat itu tidak mudah. Ada begitu banyak tantangan dan godaannya. Jika bagi kita kesehatan jasmani menjadi satu hal yang penting untuk diperhatikan, maka demikian juga dengan kesehatan rohani kita. Seharusnya kita selalu memperhatikan atau bahkan melakukan yang namanya spiritual check up. Mengapa spiritual check up perlu dilakukan secara berkala? Karena kita harus menyadari bila untuk mempertahankan tubuh jasmani yang sehat saja banyak tantangan dan godaannya maka demikian juga yang terjadi ketika kita berjuang untuk mempertahankan kesehatan rohani kita. Dan tidak jarang kita sering gagal oleh karena godaan-godaan dari dalam diri kita ataupun dari luar diri kita.

 

     Inginkah kita memiliki kehidupan rohani yang sehat? Apa rahasianya? Jika iya, mari kita belajar dari kehidupan jemaat mula-mula:

  1. Mereka bertekun dalam ajaran rasul-rasul.

    Bertekun itu artinya rajin, giat, konsisten, disiplin untuk terus memprioritaskan waktu bagi Firman Tuhan. Bertekun dalam ajaran rasul-rasul (Firman Tuhan) menjadi hal yang paling dasar bagi hidup kerohanian jemaat mula-mula, karena hidup jemaat mula-mula dikelilingi oleh ajaran-ajaran lain seperti ajaran Yudaisme dan Helenisme.

  2. Mereka selalu terhubung dalam kelompok (persekutuan).

    Dari jemaat mula-mula kita diajak untuk hidup dalam persekutuan dan memecahkan roti bersama. Jangan menyepelekan kekuatan kelompok-kelompok kecil. Mengapa? Karena kelompok kecil menjadi ujung tombak perkembangan kekristenan pada abad ke-1.

  3. Mereka saling memperhatikan dan peduli satu dengan yang lain.

    Jemaat mula-mula memberikan sebuah contoh dalam hal berbagi yang luar biasa (Kisah 2: 45). Mereka yang mampu atau lebih tidak segan menjual harta yang mereka miliki untuk mencukupkan kebutuhan saudara lain yang berkekurangan, dan menariknya tak seorangpun dari antara mereka yang kekurangan.

  4. Mereka suka berdoa.

    Jemaat mula-mula senantiasa mengutamakan kehidupan doa, karena doa menjadi sumber kekuatan mereka dan sarana untuk mereka mengenal Tuhan secara pribadi.

 

     Inilah yang menjadi rahasia mengapa pada akhirnya jemaat mula-mula memiliki kehidupan rohani yang baik. Mari sekarang kita lihat, ternyata realitas hari ini bertolak belakang dengan realitas kehidupan jemaat mula-mula. Apakah hari ini kita masih terus bertekun dalam Firman Tuhan atau justru sebaliknya kita malas baca Firman Tuhan. Apakah kita masih terus berdoa? Atau justru sebaliknya kita sudah jarang dan malas berdoa. Apakah hari ini kita menjadi pribadi yang bersedia berbagi dan memperhatikan orang di sekitar kita atau justru kita sedang menjadi pribadi yang senang mementingkan kepentingan diri kita sendiri (egois). Apakah kita hari ini menjadi pribadi yang senang mendekatkan diri pada persekutuan-persekutuan atau sebaliknya kita mulai menjauhkan diri dari persekutuan dan ibadah kita? Mari kita renungkan Saudara: Orang yang sehat akan dapat jadi berkat bagi banyak orang. Demikian juga seseorang yang sehat dalam iman dan hidup spiritualitasnya juga akan dapat jadi berkat bagi banyak orang seperti ditunjukkan dalam Kisah 2: 47 mereka disukai oleh banyak orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Sebaliknya, jika hari ini kita jadi orang yang tidak mau atau enggan dan malas memperhatikan kesehatan iman dan spiritualitas kita, maka sudah dapat dipastikan kita jadi orang yang sakit. Yang mana pilihan kita? Jadi orang sehat atau jadi orang sakit? Tuhan memberkati.

 

Pdt. Ratna Indah Widhiastuty

 
 
 

SIARAN RADIO GPIB


 
 

Salam Sejahtera.

 

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

 

MISI GPIB :

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui (ecclesia reformata semper reformada) dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

SEMBOYAN GPIB :

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah" (Lukas 13 : 29)


VISI GPIB :

GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya.


TUGAS GPIB :

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia"


Flag Counter

Kotak Pemberitahuan

Pembangunan Kantor Gereja
dan
Ruang Serba Guna


Bagi yang tergerak hatinya untuk menyumbang bagi Pembangunan Kantor Gereja dan Ruang Serba Guna dapat menyalurkannya ke No. rek. 0543-01-002986-53-7 a/n. PANITIA PEMBANGUNAN GPIB GALILEA -- Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Pelabuhanratu.


Penggalangan Dana Majelis Sinode melalui Penerbitan Kartu E-Money

 

Dalam rangka memperingati HUT GPIB yang Ke-70 tahun dan untuk mendukung pembiayaan program Unit-unit Misioner di lingkungan Majelis Sinode GPIB, maka akan dilaksanakan kegiatan penggalangan dana oleh Departemen PEG Bidang IV, dengan cara menerbitkan kartu uang elektronik isi ulang / e-money yang bekerjasama dengan 3 (tiga) Bank yaitu : Bank Mandiri, Bank BCA dan Bank BRI.

 

Majelis Sinode GPIB mengharapkan e-money ini agar dapat didistribusikan sebelum PST 2018 – Bekasi, maka surat pesanan pembelian e-money dari Jemaat diharapkan dapat diterima oleh tim kerja selambat lambatnya pada minggu pertama bulan Februari 2018.

Harga jual 1 (satu) kartu uang elektronik isi ulang / e-money ini sebesar Rp 125.000,-