Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Gedung Gereja GPIB Jemaat GALILEA Palabuhanratu
Pendeta dan Jemaat
Gabon Manis
Gabon Pedas
 

Jam Ibadah Minggu Jemaat pada pukul 10:00 WIB



     Gereja merupakan kesatuan yang sesungguhnya sejak semula sudah ada dalam diri Yesus Kristus dan bukan kesatuan yang dibentuk atau terjadi oleh kehendak banyak orang. Ini terjadi hanya ada satu Gereja yang Kudus dan Am.


     Gereja membantu kita menjadi orang Kristen yang sejati. Karena menjadi anggota gereja, kita dapat berjumpa dengan kawan seiman, dan dapat mewujudkan kasih diantara satu dengan yang lain, sehingga semua orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan (Yohanes 13:35). Gereja juga menolong kita dari sikap hidup mementingkan diri sendiri. Gereja ibarat sekolah dimana kita belajar hidup bersama sebagai anggota keluarga Allah dari tiap suku, status dan latar belakang dan perbedaan-perbedaan yang kita miliki.


     Kita lalu saling memperhatikan dan ikut merasakan apa yang dirasakan sesama kawan seiman (1Korintus 12:26). Oleh karena itu Gereja itu bukan gedung, dan bukan suatu bangunan yang didirikan manusia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Kristus. Jadi Gereja adalah persekutuan manusia percaya kepada Tuhan Yesus, di mana Yesus Kristus adalah dasar dan Kepala Gereja itu.

 

 

PESAN NATAL 2018


TEMA: Membangun Spritualitas Damai yang menciptakan Pendamai (Yakobus 3: 13-18)


 

Salam sejahtera.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

     Peristiwa kelahiran Yesus “menyentuh” relung hati kita tentang cinta kasih sang Ilahi yang besar dan bagaimana cara Ia berkarya. Ia memilih jalan inkarnasi dan kerendahan berbalutkan kesahajaan yang dilakukan dengan penuh totalitas. Patutlah kita merasa takjub dan kagum sekaligus penuh haru karena di mata-Nya, kita yang berdosa ini ternyata begitu berharga dan dikasihi-Nya. Ia secara proaktif memperdamaikan diri kita yang hina, dengan diri-Nya. Melalui karya-Nya, kita beroleh pendamaian dengan Dia, diri kita sendiri, sesama dan juga seluruh ciptaan.

     Kedatangan Kristus menunjukkan keteladanan dan memberikan motivasi bagaimana membangun spiritualitas damai yang menciptakan pendamai. Ia mendatangi dan menghampiri, bukan menghindari apalagi menjauhi. Ia “membuka” tangan untuk merangkul, merengkuh dan memeluk kita dengan penuh kehangatan, bukan menyakiti apalagi melukai. Ia “mengulurkan” tangan untuk mengangkat dan menegakkan, bukan menindas apalagi mengeksploitasi. Sejalan dengan itu, Ia sedia untuk tertolak, dan tersakiti.

     Deklarasi iman kita sebagai pengikut-Nya semestinya seiring sejalan dengan terbangunnya spiritualitas. Tak terkecuali dalam hal menjadi pendamai. Itu artinya, dengan penghayatan Natal Kristus di tahun ini, kita semakin diteguhkan dalam berdisiplin membangun spiritualitas damai di dalam diri kita sendiri. Tujuannya adalah untuk dapat mengikuti jejak langkah sang Mahaguru untuk menghadirkan damai di bumi sebagaimana kehendak-Nya di sorga. Dalam keseharian, spiritualitas damai itu mewujud dalam karakter seorang yang membawa damai: proaktif dalam mendatangi, bersedia untuk merangkul dan merengkuh, berkerinduan untuk mengangkat dan menegakkan, dan memiliki kebesaran hati, di saat tersakiti tetap setia dan taat pada-Nya tanpa kecuali.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

     Spiritualitas damai yang menciptakan pendamai, itu berawal dari diri sendiri. Ia bukan menunggu dan menuntut yang lain untuk melakukannya terlebih dahulu. Geloranya sungguh kuat, membara di dalam diri, menghadirkan kesejukan di dalam kata dan tindakan. Ia bisa diawali dengan hal yang nampaknya kecil dan sederhana, seperti kata-kata: “tolong”, “maaf” dan “terima kasih”, namun di tangan Tuhan, hal yang kecil dapat menjadi kemuliaan bagi nama-Nya. Ia juga bisa diwujudkan dengan hal-hal yang besar dan spektakuler seperti mendamaikan relasi suami-istri, pertikaian antar kelompok, dengan keinsafan penuh bahwa semuanya dapat dilakukan hanya karena kemurahan Tuhan dan bagi keagungan nama-Nya semata.

     Sangat penting untuk disadari bahwa kehadiran setiap kita sebagai pembawa damai begitu dinantikan, baik oleh keluarga, gereja, dan masyarakat, bahkan alam dan ciptaan lainnya. Tidak sedikit perseteruan dan konflik yang masih berlarut-larut dalam relasi keluarga dan berbagai elemen sosial. Kita juga mendengar dan melihat terjadinya tindakan keji yang dilakukan antar sesama manusia, deru perang di sana-sini oleh karena nafsu untuk berkuasa dalam diri manusia. Ditambah lagi, bumi dan seisinya yang menjerit akibat eksploitasi yang menguras dan merusak oleh karena ketamakan manusia. Memang, tantangan dan godaan kedagingan dapat menghalau manusia dalam menemukan dan mengupayakan kedamaian. Di sisi lain, menjadi pendamai tidak jarang dirasakan seperti sedang menempuh “jalan sunyi”. Tetapi pengharapan kita tidak pernah hilang karena Ia, sang Immanuel itu, senantiasa menyertai dan memampukan kita dalam membagikan damai-Nya di manapun dan kapanpun. Dengan demikian, kehadiran kita sebagai pembawa damai, niscaya diperlukan, baik dalam bentuk keteladanan dan pengajaran yang diwujudkan secara konsisten agar damai sejahtera yang sejati dapat diteruskan kepada semua umat manusia dan seluruh ciptaan Tuhan.

     Selamat Natal 2018 dan selamat menyongsong Tahun Baru 2019.

MAJELIS SINODE GPIB XX

Ketua Umum :     Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I :     Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II :     Pdt. Drs. Melkisedek Puimera, M.Si
Ketua III:     Pdt. Maureen S. Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV:     Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V:     Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE.
Sekretaris Umum:     Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I:     Pdt. Elly Dominggas Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II:     Pnt. Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara:     Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I:     Pen. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.



 

SIARAN RADIO GPIB


 
 

Salam Sejahtera.

 

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

 

MISI GPIB :

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui (ecclesia reformata semper reformada) dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

SEMBOYAN GPIB :

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah" (Lukas 13 : 29)


VISI GPIB :

GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya.


TUGAS GPIB :

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia"


Flag Counter

Kotak Pemberitahuan


Pembangunan Kantor Gereja
dan
Ruang Serba Guna


Bagi yang tergerak hatinya untuk menyumbang bagi Pembangunan Kantor Gereja dan Ruang Serba Guna dapat menyalurkannya ke No. rek. 0543-01-002986-53-7 a/n. PANITIA PEMBANGUNAN GPIB GALILEA -- Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Pelabuhanratu.