Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Gedung Gereja GPIB Jemaat GALILEA Palabuhanratu
Pendeta dan Jemaat
Gabon Manis
Gabon Pedas
 

Jam Ibadah Minggu Jemaat pada pukul 10:00 WIB



     Gereja merupakan kesatuan yang sesungguhnya sejak semula sudah ada dalam diri Yesus Kristus dan bukan kesatuan yang dibentuk atau terjadi oleh kehendak banyak orang. Ini terjadi hanya ada satu Gereja yang Kudus dan Am.


     Gereja membantu kita menjadi orang Kristen yang sejati. Karena menjadi anggota gereja, kita dapat berjumpa dengan kawan seiman, dan dapat mewujudkan kasih diantara satu dengan yang lain, sehingga semua orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan (Yohanes 13:35). Gereja juga menolong kita dari sikap hidup mementingkan diri sendiri. Gereja ibarat sekolah dimana kita belajar hidup bersama sebagai anggota keluarga Allah dari tiap suku, status dan latar belakang dan perbedaan-perbedaan yang kita miliki.


     Kita lalu saling memperhatikan dan ikut merasakan apa yang dirasakan sesama kawan seiman (1Korintus 12:26). Oleh karena itu Gereja itu bukan gedung, dan bukan suatu bangunan yang didirikan manusia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Kristus. Jadi Gereja adalah persekutuan manusia percaya kepada Tuhan Yesus, di mana Yesus Kristus adalah dasar dan Kepala Gereja itu.

 

 

 

Himbauan Doa Bersama Untuk Asian Games 18 Agustus - 2 September 2018 di Palembang dan Jakarta


 

     Pelaksanaan Asian Games tinggal hitungan hari. Pembukaan pesta olahraga Asian itu akan dilangsungkan mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 adalah kesempatan kedua yang dimiliki Indonesia sebagai tuan rumah. Sebelumnya pada tahun 1962, Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Baru 56 tahun kemudian Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah lagi. Dari banyaknya negara anggota dan atlet-atletnya, Asian Games merupakan event olahraga multicabang terbesar nomor dua setelah Olimpiade (musim panas). Pertama kali dihelat di tahun 1951 di New Delhi, India. Dikelola oleh Asian Games Federation (AGF), sampai Asian Games ke-8 di Bangkok, Thailand (19-22 Desember 1978).

     Menjadi tuan rumah merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan Indonesia, untuk menyaksikan kepada dunia kemajuan-kemajuan yang dicapai Indonesia dalam kurun waktu 50 tahun kemudian. Asian Games yang ke delapan belas (18 Agustus -2 September 2018) di adakan di dua kota Palembang dan Jakarta. Dengan jumlah 45 negara peserta yang sudah memastikan hadir. Ada 40 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dan diperkirakan 15.000 atlet yang akan mengikuti pertandingan. Sorotan mata internasional, minimal Negara Asia, akan tertuju kepada Jakarta dan Palembang serta kota-kota lain di Indonesia.

     Menpora Imam Nahrawi bersama Menko PMK Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadumuljono, Rabu (17/7) malam ikut mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Penyatuan Api Kirab Obor Asian Games 2018 di Lapangan Brahma, Candi Prambanan, Yogyakarta. Penyatuan Api obor Asian Games 2018 dari Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India dengan api dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah diharapkan Wapres bisa membakar semangat bagi atlet dan seluruh masyarakat Indonesia untuk sukseskan Asian Games pada 18 Agustus nanti. "Api bermakna semangat, serta memberi simbol semangat bangsa Indonesia dalam menggelar Asian Games 2018," kata JK. "Penyelenggaraan Asian Games ini untuk memperlihatkan kemampuan kita, baik dalam pembangunan insfrastruktur olahraga, dalam mengorganisasi, dan insyaAllah kemampuan berprestasi dalam olahraga. Tiga hal tersebut sangat penting," kata JK dalam sambutan pada acara tersebut.

     Chef de Mission atau Ketua Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018, Syafruddin mengingatkan pentingnya harkat dan martabat Indonesia yang dipertaruhkan pada ajang Asian Games 2018 mendatang. "Kita harus berorientasi kepada harkat dan martabat bangsa. Kita harus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa," ujar Syafruddin di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (8/1/2018). Menurut Syafruddin pada ajang Asian Games tahun 1962 silam Indonesia dengan segala keterbatasannya bisa duduk di peringkat 2 dengan mengoleksi 21 emas, 26 perak dan 30 perunggu. "Maka tak ada alasan pada penyelenggaraan Asian Games pada tahun ini, Indonesia harus bisa jauh lebih berprestasi dibandingkan tahun 1962 silam," katanya.. Pada saat itu kita bisa juara dua, runner up di Asian Games ke-4 di Indonesia dengan segala keterbatasan yang ada," tegas dia. Karenanya kata Syafruddin, saat ini semua pihak harus bersatu dan berjuang agar Indonesia bisa kembali berjaya pada ajang pesta olahraga terbesar di Asia yang digelar empat tahun sekali itu. "Karena itu seluruh anak bangsa harus bersatu. Mari bekerjasama, supaya kita bisa berjuang," ungkap Syafruddin. Saat ini, pemerintah baru menargetkan 20 medali emas untuk mencapai target peringkat 10 besar dalam Asian Games ke-18.

     Memperhatikan spirit yang dipaparkan di atas, menjadi pertanyaan bagi gereja, bagaimana peran atau respon gereja terkait perhelatan akbar Asian Games di mana Negara kita tercinta ini menjadi tuan rumah? Mengacu pada Pemahaman Iman GPIB alinea ke VII tentang Negara dan bangsa dikatakan bahwa, berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga Negara, berbangsa dan bermasyarakat. Oleh karena itu, orang percaya dan gereja wajib menghormati dan menjunjung tinggi kewargaan lahiriah yang melekat pada dirinya dengan melakukan pekerjaan baik “menurut kehendak Allah” (1 Petr 3:17). Salah satu wujud dukungan gereja dalam hal ini adalah dengan menaikkan doa bersama menjelang dan selama penyelenggaraan Asian Games berlangsung. Persekutuan seluruh jemaat-jemaat GPIB yang berdoa merupakan dukungan agar semua persiapan menjelang hari pelaksanaan, selama proses kegiatan bahkan sampai akhir perhelatan Asian Games dapat terlaksana dengan baik, aman, tertib dan lancar. Hal itu diharapkan akan memberi citra baik bagi Negara Indonesia untuk menepis pandangan negative yang sempat tercoreng akibat tindakan teroris dan bom bunuh diri di awal bulan Juni (menjelang Ramadhan) 2018 lalu. Sebagai anak bangsa yang baik orang percaya bersama dengan masyarakat sekitar (secara khusus warga Jakarta dan Palembang) diharapkan mampu menampilkan wajah dan perilaku orang Indonesia yang biasa dikenal ramah, terbuka, ringan tangan dan hati menolong warga asing/atlet sebagai tamu yang dihormati. Itulah bentuk lain cara kita memperlihatkan rasa tanggung jawab sebagai tuan rumah yang baik. Tuan rumah yang mampu mencipatan dan member rasa nayaman kepada para tamu yang selalu dianggap seperti seorang raja dalam sebuah pepatah tua.

     Himbauan untuk menjadikan perhelatan Asian Games ke 18 sebagai bagian pokok doa dalam tiap ibadah-ibadah di jemaat, perlu digiatkan dan diingatkan menjelang, pada waktu pelaksanaan sampai akhir/penutupan Asian Games. Dengan demikian doa-doa yang dinaikkan akan mengawal, memberi semangat dan membawa kesejukan bagi pemangku pelaksana Asian Games dan semua pihak-pihak terkait acara besar tersebut. Lebih dari pada itu Indonesia menjadi Negara yang memberi ruang dan kesempatan bagi Negara-negara di Asia untuk membangun relasi persaudaran yang sportif dan ramah melalui olahraga.



 

SIARAN RADIO GPIB


 
 

Salam Sejahtera.

 

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

 

MISI GPIB :

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui (ecclesia reformata semper reformada) dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

SEMBOYAN GPIB :

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah" (Lukas 13 : 29)


VISI GPIB :

GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya.


TUGAS GPIB :

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia"


Flag Counter

Kotak Pemberitahuan




Pembangunan Kantor Gereja
dan
Ruang Serba Guna


Bagi yang tergerak hatinya untuk menyumbang bagi Pembangunan Kantor Gereja dan Ruang Serba Guna dapat menyalurkannya ke No. rek. 0543-01-002986-53-7 a/n. PANITIA PEMBANGUNAN GPIB GALILEA -- Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Pelabuhanratu.